Minggu, 18 Desember 2016

Presiden-Presiden Yang Memilih Hidup Sederhana

Presiden-Presiden Yang Memilih Hidup Sederhana



Bagi sebagian orang mungkin sering bertanya-tanya, seberapa besar sih gaji pejabat. Pasti ngiranya gaji pejabat itu besar banget sampai bisa bolak-balik ke luar negeri, belanja barang mewah nan mahal. Gak heran ya kalau anggota parlemen dan menteri-menteri banyak yang bergelimangan harta. Makanya banyak orang menghalal kan segala cara untuk menduduki jabatan tersebut. Berbeda banget dengan Presiden-Presiden sederhana di bawah ini. Mereka lebih memilih menyumbangkan sebagian gajinya untuk negara,
bahkan ada juga yang gak mau menerima gajinya sama sekali. Yuk kita intip siapa saja Presiden-Presiden dermawan ini.



1
Nelson Mandela

Beliau adalah pemimpin terkemuka Afrika selatan, beliau terpilih menjadi presiden  dalam sebuah pemilu multiras. Pemerintahannya berfokus untuk menghapus pengaruh apartheid dengan membeerantas rasisme, kemiskinan dan kesenjangan sosial. Meskipun begitu,  Mandela tetaplah sosok yang sangat sederhana. Saat pertama kalinya menjabat sebagai Presiden di tahun 1994, Mandela rutin memotong gajinya untuk disumbangkan bagi anggaran sosial, bahkan beliau juga menyerahkan sepertiga gajinya untuk membantu anak-anak. Sayangnya Presiden dermawan ini wafat tahun 2013 lalu.

2
Mahmoud Ahmadinejad

 

Sebelum menjadi Presiden Iran, beliau menjabat sebagai walikota Teheran. Kepemimpinannya sebagai Presiden dimulai pada tahun 2005. Saat itu ia diminta untuk mengumumkan kekayaanya. Mengejutkannya, kekayaanya hanya sebuah rumah seluas 175 meter persegi dan mobil tua keluaran 1977. Selain itu, ketika baru menempati jabatannya, ia meminta pelayanya untuk menggulung karpet antik dari Persia dan menggantinya dengan karpet sederhana. Bahkan sempat beredar foto yang menjadi viral di dunia maya beliau sedang tertidur pulas di atas karpet sederhana dan berselimutkan jaket.
 
3
Jose “Pepe” Mujica
  

Jose Mujica lahir di Montevideo, Uruguay. Beliau pernah dipenjara selama 14 tahun karena aktivitas geriliyanya melawan kediktatoran. Semenjak resmi menjadi Presiden Uruguay pada tahun 2010, Beliau lebih memilih tinggal di rumahnya di pinggiran kota Montevideo. Selama menjadi Presiden beliau menyumbangkan 90 persen gajinya untuk menambah anggaran sosial negaranya.
 
4
Fernando Lugo
 


Sebelum menjadi Presiden Paraguay, Lugo mendapat julukan “pastor kaum papa”. Maklum saja, karena sebelum menjadi kandidat Presiden, Lugo adalah seorang pastor yang giat membela kaum tertindas. Setelah dilantik menjadi Presiden pada tahun 2008, Lugo langsung menyatakan bahwa ia tidak akan pernah mengambil gajinya sebagai Presiden. Ia beranggapan bahwa uang tersebut adalah haknya kaum miskin. Tugas sebagai Presiden merupakan wujud pengabdian kepada negara dan rakyatnya. Bahkan saat beberapa wartawan asing berkunjung ke rumahnya dan ikut bersantap hidangan malam yang disiapkan. Mereke cukup terkejut mendapati hidangan makan malamnya hanya berupa singkong rebus, nasi putih, salad dan ikan yang merupakan makanan harian beliau. Jabatannya sebagai Presiden tidak membuatnya lapar akan makanan-makanan mewah.
 
5
Fidel Castro
 
  
Media sering menggembar-gemborkan bahwa Castro adalah diktator dan hidup bergelimpangan harta. Majalah Forbes bahkan menuding pemimpin Revolusi Kuba ini memiliki sipanan 900 juta USD di luar negeri. Padahal Castro hidup sangat sederhana. Ia hanya menerima gaji sebesar 900 peso atau kurang lebih Rp. 480 ribu. Jaman sekarang hampir tidak ada orang di Indonesia yang mau menerima gaji sebesar itu, bahkan untuk pekerja kasar sekalipun.


Setelah membaca Presiden-Presiden yang memilih hidup sederhana di atas, apa yang kamu pikirkan? Apakah kamu juga tergugah untuk hidup membantu banyak orang? Semoga hal-hal positif diatas bisa menginspirasi ya. Hidup mewah bukan segalanya kok, menjadi bermanfaat bagi banyak masyarakat bisa membuat kamu kaya meskti tapa materiil sama sekali.







EmoticonEmoticon